UPS FH UNNES KEMBALI MERAIH PRESTASI DALAM KOMPETISI NASIONAL

18556365_1207094056067265_7797121757282250814_n

(Foto Delegasi Unit Peradilan Semu FH Unnes bersama dosen, alumni dan senior)

Unit Peradilan Semu Fakultas Hukum Unnes Kembali mengharumkan reputasi Almamater Universitas Negeri Semarang. Pada tanggal 16-21 Mei 2017 Unit Peradilan Semu mengirimkan delegasi untuk mengikuti kompetisi Business Law Competition III di Universitas Pelita Harapan Karawaci.

Langkah Unit Peradilan Semu untuk mengikuti kompetisi ini sudah yang kedua kali, delegasi Unit Peradilan Semu mengirimkan 6 (enam) anggotanya untuk mengikuti kompetisi tersebut, diantaranya Sofyan, Muhamad Bahtiar,Nasyatul Laeli, Afada Hauna dan Ni Putu Seliyawati. Mereka ini lah para mahasiswa  yang berhasil membawa trofi Juara III pada kompetisi tersebut ke pangkuan bumi Universitas Konservasi tercinta, Unnes.

Sofyan sebagai Ketua Delegasi mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung timnya menjadi juara III di perlombaan tersebut. Mahasiswa asal Purwokerto itu juga menambahkan bahwa walau pun usia Fakultas Hukum Unnes masih terbilang muda, tetapi dapat berprestasi di kancah nasional. Ini menunjukan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Unnes juga layak diperhitungkan dalam mengikuti lomba yang diadakan oleh fakultas hukum yang ada di Indonesia.

Ad Astra Per Aspera !!!

Advertisements

Bersiap Internasionalisasi, FH Unnes Berangkatkan 39 Mahasiswanya ke Singapura

FH.UNNES.AC.ID – Semarang. Sebanyak 39 orang mahasiswa mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Hukum Unnes ke Singapura, Jumat (10/2) di Aula GSG Dekanat FH Lantai 3. Acara tersebut dibuka langsung oleh Dekan FH, Dr Rodiyah SPd SH MSi. Dr Rodiyah dalam arahannya mengatakan bahwa sejalan dengan 2017 sebagai tahun reputasi bagi Unnes, Fakultas Hukum ikut serta mewujudkannya. “KKL ke Singapura ini sangat sejalan dengan misi tahun 2017 sebagai tahun reputasi, dimana kita bangun reputasi internasional melalui berbagai aktivitas lintas negara”, ungkap Dekan.

Hadir dalam pembekalan tersebut, Tim Pendamping KKL Fakultas Hukum Unnes untuk Singapura, Benny Sumardiana SH MH, Sonny Saptoadjie Wicaksono SH MH, dan Diandra Preludio Ramada SH MH. Rencananya, mahasiswa akan melakukan studi lapangan ke beberapa instansi di Singapura, diantaranya Singapore Parliament dan Pusat Studi ASEAN serta Kedutaan Besar RI di Singapura.

sumber: fh.unnes.ac.id

Logo Dies Natalis Unnes Ke 52 Beserta Filosofinya

Inilah Makna Filosofis Logo Resmi Dies Natalis ke-52 UNNES

Logo resmi Dies Natalis ke-52 Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah duluncurkan. Logo kreasi Tomihendra Saputra, mahasiswa Jurusan Seni Rupa, ini terpilih sebagai pemenang dalam lomba desain logo yang diselenggarakan UNNES beberapa waktu lalu.

Logo itu terpilih karena dinilai memenuhi unsur estetis dan memenuhi kriteria untuk menggambarkan semangat UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Selain itu, logo juga dinilai dapat menggambarkan semangat UNNES sebagai rumah ilmu.

Lalu, apa makna logo ini?

Unsur obor mewakili semangat UNNES menjadi suluh penerang kehidupan. Reputasi internasional yang ingin diwujudkan UNNES dilandaskan pada semangat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Unsur warna, kuning, biru, dan hijau mewakili semangat keragaman yang terbingkai dalam harmoni. Empat warna itu ditopang tulisan berwarna hitam yang merepresentasikan kedewasaan dalam menyikapi berbedaan.

Akar atau pondasi diambil dari bentuk Tugu Muda mewakili semangat UNNES untuk membangun reputasi internasional dengan didasari nilai dan kebijaksanaan lokal.

Angka 52 mewakili usia Unnes yang pada tahun 2017 berusia 52 tahun.

Sumber : unnes.ac.id

Memaknai Akreditasi, Memperkuat Reputasi

Hasil gambar untuk rektor unnes

WARGA Universitas Negeri Semarang (Unnes) membuka tahun 2017 dengan hadiah istimewa: akreditasi A. Akreditasi ini menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah Universitas Berwawasan Konservasi.

Di satu sisi, capaian itu patut disyukuri dan dibanggakan. Hasil ini adalah bukti kerja nyata penuh integritas seluruh komponen: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, alumni, dan mitra kerja. Di sisi lain, capaian itu juga merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan inovasi untuk memperkuat kapasitas universitas mewujudkan visinya.

Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dapat dimaknai dari dua matra waktu. Dari matra masa lalu, akreditasi A adalah pengakuan (recognition) dari pemerintah dan masyarakat bahwa Unnes memiliki keunggulan. Oleh BAN PT Unnes dinilai dapat menunjukkan kapasitas dan peran nyata perguruan tinggi secara nasional dan internasional.

Pengakuan ini penting bagi civitas academica karena berasal dari lembaga yang otoritatif, terpercaya, dengan metode penilaian yang objektif. Dalam melakukan penilaian, BAN PT melibatkan asesor yang berpengalaman menggunakan instrumen yang rigid untuk menghasilkan penilaian yang berkualitas.

Dari matra masa depan, akreditasi A yang diperoleh Unnes adalah kabar gembira. Akreditasi itu memperkuat kepercayaan publik bahwa Unnes adalah perguruan tinggi unggul. Pengakuan demikian tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga pada individu per individu.

Kepercayaan publik terhadap Unnes akan membawa implikasi luas. Bagi alumni, misalnya, pengakuan bahwa Unnes adalah universitas yang unggul akan memberi akses yang lebih luas, baik dalam pengembangan karier, studi lanjut, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagaimana diketahui, dalam bursa tenaga kerja, akreditasi program studi dan insitusi adalah variabel yang cukup diperhitungan, selain kecakapan individual. Lulusan perguruan tinggi dari institusi terakreditasi unggul dan baik akan memperoleh penilaian plus. Dengan demikian, akreditas memberi kesempatan kepada alumni memperoleh akses karier dan studi lanjut yang lebih menjanjikan.

Dalam konteks lebih luas, akreditasi A yang diperoleh Unnes merupakan satu langkah penting untuk memperkuat status kelembagaan. Selain “modal wajib” menuju Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH), akreditasi A adalah fondasi dasar untuk mengembangkan institusi, seperti pembukaan program studi dan fakultas baru.

Mengapa Reputasi?

Akreditasi A yang diraih Unnes adalah capaian yang penting dalam mendorong reputasi. Sejumlah rekan dosen dan mahasiswa bertanya, apa pentingnya reputasi bagi Unnes? Ini pertanyaan cerdas dan kritis. Tentu saja diperlukan penjelasan yang kompleks agar pertanyaan itu dapat dijawab dengan komprehensif.

Dalam manajemen abad 21, reputasi adalah salah satu jenis modal paling penting yang masuk dalam kategori modal tak tampak. Reputasi sangat berharga karena menentukan sikap publik terhadap produk, institusi, atau individu tertentu. Sebuah objek, individu, atau institusi akan memiliki nilai psikologis melampaui nilai material jika memiliki reputasi baik.

Tidak heran jika biaya produksi reputasi kerap kali lebih tinggi dari produksi materialnya. Sebab, dalam masyarakat modern, penilaian terhadap objek memang bergeser telah dari nilai material menuju nilai kultural. Hal ini merupakan kelaziman karena nilai kultural itulah yang menjadi prioritas utama publik dalam menentukan pilihan-pilihan.

Bagi institusi seperti perguruan tinggi, reputasi penting karena berdampak luas dan vital. Dalam contoh yang paling riil, reputasi perguruan tinggi mempengaruhi persepsi publik terhadap kualitas alumni. Tetapi tentu tidak sesederhana itu. Di tingkat yang lebih besar, reputasi institusi mempengaruhi keberhasilannya dalam mengawal agenda-agenda akademik tertentu menjadi agenda publik yang patut diperjuangan bersama.

Efek berantai itu bisa semakin panjang menyentuh pada aspek-aspek psikologis dan personal. Misalnya, reputasi mempengaruhi kebanggaan dan semangat mahasiswa belajar. Reputasi juga mempengaruhi kebanggan dosen dan karyawan sehingga semakin giat bekerja, melayani, dan mengembangkan diri.

Kondisi inilah yang membuat reputasi institusi harus menjadi pekerjaan bersama oleh seluruh civitas academica. Jika dianalogikan pohon, reputasi harus ditanam dan dipelihara bersama. Saat tumbuh mendewasa, pohon itu menghasilkan keindahan bunga, kesegaran buah, dan kesejukan oksigen yang dapat bermanfaat bagi sesama.

Prof Fathur Rokhman MHum, Rektor Universitas Negeri Semarang

Sumber : unnes.ac.id

Tim NMCC FH UNNES Meraih Prestasi Lagi

 

juara-3

Foto Delegasi Unnes Bulaksumur III

Belum lama ini, Tim FH UNNES meraih prestasi pada Kompetisi Peradilan Semu Tindak Pidana Pencucian Uang di Universitas Trisakti, kembali Tim FH UNNES meraih prestasi di Kompetisi Peradilan Semua Perdata Piala Bulaksumur III Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada 2016.

Dalam kompetisi yang mengangkat tema gugatan perwakilan kelompok masyarakat adat ini, Tim FH UNNES meraih Juara 3 dan beberapa penghargaan lainnya, antara lain Berkas Terbaik, Majelis Hakim Terbaik dan Panitera Terbaik. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan.

Pada Piala Bulaksumur II sebelumnya, Tim FH UNNES meraih juara 2 dan juga beberapa penghargaan. Walaupun pada tahun ini prestasi juara dari unnes menurun tetapi kebanggaan tetap disematkan kepada Tim FH UNNES, karena mengingat pada kompetisi Bulaksumur III ini persaingannya sangat ketat dengan 16 Delegasi.

Sekali lagi FH UNNES menorehkan nama baiknya dikancah nasional dengan menjuarai Kompetisi Peradilan Semu yang diselenggarakan oleh Universitas besar di Indonesia. Ad Astra Per Aspera !!!!

Tim FH UNNES Meraih Juara 3 dan Berkas Terbaik di Namle IV Universitas Trisakti 2016

1

Foto Delegasi bersama senior, alumni serta dosen Unnes di Pengadilan Negeri Jakarta

Tim Delegasi Unnes pada pagelaran Kompetisi Peradilan Semu Tindak Pidana Pencucian Uang yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti mencetak sejarah baru. Keberhasilan meraih juara 3 merupakan pencapaian yang sangat membanggakan, karena pada kompetisi ini untuk pertama kali unnes meraih gelar pertamanya pada kompetisi peradilan semu pidana.

Riadi Prabowo selaku Ketua Unit Peradila Semu (UPS) Fakultas Hukum Unnes mengatakan bahwa pencapaian ini diraih atas kerja keras dan doa keluarga besar Unit Peradilan Semu. Mahasiswa asal Cirebon itu juga menambahkan bahwa untuk ke depannya unnes dapat bisa lebih baik dan meraih berbagai prestasi di kompetisi peradilan semu yang lain.