Memaknai Akreditasi, Memperkuat Reputasi

Hasil gambar untuk rektor unnes

WARGA Universitas Negeri Semarang (Unnes) membuka tahun 2017 dengan hadiah istimewa: akreditasi A. Akreditasi ini menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah Universitas Berwawasan Konservasi.

Di satu sisi, capaian itu patut disyukuri dan dibanggakan. Hasil ini adalah bukti kerja nyata penuh integritas seluruh komponen: mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, alumni, dan mitra kerja. Di sisi lain, capaian itu juga merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan inovasi untuk memperkuat kapasitas universitas mewujudkan visinya.

Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dapat dimaknai dari dua matra waktu. Dari matra masa lalu, akreditasi A adalah pengakuan (recognition) dari pemerintah dan masyarakat bahwa Unnes memiliki keunggulan. Oleh BAN PT Unnes dinilai dapat menunjukkan kapasitas dan peran nyata perguruan tinggi secara nasional dan internasional.

Pengakuan ini penting bagi civitas academica karena berasal dari lembaga yang otoritatif, terpercaya, dengan metode penilaian yang objektif. Dalam melakukan penilaian, BAN PT melibatkan asesor yang berpengalaman menggunakan instrumen yang rigid untuk menghasilkan penilaian yang berkualitas.

Dari matra masa depan, akreditasi A yang diperoleh Unnes adalah kabar gembira. Akreditasi itu memperkuat kepercayaan publik bahwa Unnes adalah perguruan tinggi unggul. Pengakuan demikian tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga pada individu per individu.

Kepercayaan publik terhadap Unnes akan membawa implikasi luas. Bagi alumni, misalnya, pengakuan bahwa Unnes adalah universitas yang unggul akan memberi akses yang lebih luas, baik dalam pengembangan karier, studi lanjut, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagaimana diketahui, dalam bursa tenaga kerja, akreditasi program studi dan insitusi adalah variabel yang cukup diperhitungan, selain kecakapan individual. Lulusan perguruan tinggi dari institusi terakreditasi unggul dan baik akan memperoleh penilaian plus. Dengan demikian, akreditas memberi kesempatan kepada alumni memperoleh akses karier dan studi lanjut yang lebih menjanjikan.

Dalam konteks lebih luas, akreditasi A yang diperoleh Unnes merupakan satu langkah penting untuk memperkuat status kelembagaan. Selain “modal wajib” menuju Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH), akreditasi A adalah fondasi dasar untuk mengembangkan institusi, seperti pembukaan program studi dan fakultas baru.

Mengapa Reputasi?

Akreditasi A yang diraih Unnes adalah capaian yang penting dalam mendorong reputasi. Sejumlah rekan dosen dan mahasiswa bertanya, apa pentingnya reputasi bagi Unnes? Ini pertanyaan cerdas dan kritis. Tentu saja diperlukan penjelasan yang kompleks agar pertanyaan itu dapat dijawab dengan komprehensif.

Dalam manajemen abad 21, reputasi adalah salah satu jenis modal paling penting yang masuk dalam kategori modal tak tampak. Reputasi sangat berharga karena menentukan sikap publik terhadap produk, institusi, atau individu tertentu. Sebuah objek, individu, atau institusi akan memiliki nilai psikologis melampaui nilai material jika memiliki reputasi baik.

Tidak heran jika biaya produksi reputasi kerap kali lebih tinggi dari produksi materialnya. Sebab, dalam masyarakat modern, penilaian terhadap objek memang bergeser telah dari nilai material menuju nilai kultural. Hal ini merupakan kelaziman karena nilai kultural itulah yang menjadi prioritas utama publik dalam menentukan pilihan-pilihan.

Bagi institusi seperti perguruan tinggi, reputasi penting karena berdampak luas dan vital. Dalam contoh yang paling riil, reputasi perguruan tinggi mempengaruhi persepsi publik terhadap kualitas alumni. Tetapi tentu tidak sesederhana itu. Di tingkat yang lebih besar, reputasi institusi mempengaruhi keberhasilannya dalam mengawal agenda-agenda akademik tertentu menjadi agenda publik yang patut diperjuangan bersama.

Efek berantai itu bisa semakin panjang menyentuh pada aspek-aspek psikologis dan personal. Misalnya, reputasi mempengaruhi kebanggaan dan semangat mahasiswa belajar. Reputasi juga mempengaruhi kebanggan dosen dan karyawan sehingga semakin giat bekerja, melayani, dan mengembangkan diri.

Kondisi inilah yang membuat reputasi institusi harus menjadi pekerjaan bersama oleh seluruh civitas academica. Jika dianalogikan pohon, reputasi harus ditanam dan dipelihara bersama. Saat tumbuh mendewasa, pohon itu menghasilkan keindahan bunga, kesegaran buah, dan kesejukan oksigen yang dapat bermanfaat bagi sesama.

Prof Fathur Rokhman MHum, Rektor Universitas Negeri Semarang

Sumber : unnes.ac.id

Advertisements